Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 22 Tahun 2017 Tentang Rancangan Umum Energi Nasional (RUEN), Produksi Batubara Akan Dibatasi Sebesar 400 Juta Ton Per Tahun


Dilihat : 209 kali

Pada artikel Jepang Minta RI Cabut Larangan Ekspor Batu Bara, menurut pendapat saya Indonesia sebagai salah negara yang mempunyai sumber daya alam yang melimpah tetapi jika di gunakan secara terus menerus akan berdampak untuk terbatasnya energi batu bata di masa depan. sebagai salah satu bahan bakar fosil, sebagian besar jumlah produksi batubara Indonesia sampai saat ini diekspor ke berbagai negara terutama jepang dengan jenis High Calorific Value (HCV)  yang masih mengandalkan komoditas ini sebagai sumber energi listrik.

Namun berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 22 tahun 2017 tentang Rancangan Umum Energi Nasional (RUEN), produksi batubara akan dibatasi sebesar 400 juta ton per tahun dan akan dilakukan pengurangan ekspor material ini secara bertahap dari tahun ke tahun serta akan dihentikan paling lambat pada 2046 dalam rangka memprioritaskan kebutuhan dalam negeri guna mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi mendukung pembangunan nasional berkelanjutan. Oleh karena itu, kebutuhan batubara untuk memenuhi permintaan dalam negeri akan berpengaruh pada ekspor batubara sehingga akan berdampak kepada pertumbuhan ekonomi di negara terutama negara jepang yang masih mengandalkan batu bara sebagai pembangkit listrik dan manufaktur.

Dikutip dari jurnal (Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Volume 16, Nomor 2, Mei 2020 : 109 – 124) Batubara diperlukan untuk memenuhi kebutuhan energi sebagai upaya untuk mengurangi ketergantungan terhadap minyak yang disebabkan cadangannya berkurang. Menurut Yudiartono dkk. (2018), cadangan batubara Indonesia pada 2016 tercatat sebesar 28.457,29 juta ton yang diperkirakan dapat bertahan kurang lebih 68 tahun lagi. Selain batubara, terdapat sumber energi terbarukan dengan potensi cukup besar, namun sumber energi tersebut masih belum optimal dikembangkan karena berbagai kendala penerapannya, seperti investasi tinggi, efisiensi teknologi relatif rendah, serta letak geografis dan faktor sosial masyarakat pengguna energi. Perkembangan sumber energi terbarukan tidak menunjukkan indikasi bahwa ketergantungan pada bahan bakar fosil akan menurun secara signifikan dalam waktu dekat, maka batubara dapat menjadi salah satu sumber energi di Indonesia. ekspor dan konsumsi batubara memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi, jika terjadi penurunan ekspor maupun konsumsi dalam negeri dapat mengakibatkan penurunan pertumbuhan ekonomi. Rekomendasi yang dapat diberikan adalah pengurangan ekspor boleh dilakukan dengan tetap meningkatkan penggunaan batubara dalam negeri. Peningkatan tersebut dibarengi dengan meningkatkan efisiensi pemanfaatan batubara melalui teknologi dan pengembangan bahan bakar alternatif serta secara perlahan beralih ke energi terbarukan.

Penulis : Miftachul Jannah 

ANALISIS OPINI MENGENAI JEPANG MINTA RI CABUT LARANGAN EKSPOR BATU BARA

Tag :

COMMENTS

Analisis Opini Mengenai Jepang minta RI cabut larangan ekspor batu bara

Posting by ernawati

Analisis Opini Mengenai Jepang minta RI cabut larangan ekspor batu bara Pada artikel Jepang Minta RI Cabut Larangan Ekspor Batu Bara, menurut pendapat saya Indonesia sebagai salah negara yang mempunyai sumber daya alam yang melimpah tetapi jika di gunakan secara terus menerus akan berdampak untuk terbatasnya energi batu bata di masa depan. sebagai salah satu bahan bakar fosil, sebagian besar jumlah produksi batubara Indonesia sampai saat ini diekspor ke berbagai negara terutama jepang dengan jenis High Calorific Value (HCV)  yang masih mengandalkan komoditas ini sebagai sumber energi listrik. Namun berdas

209 Kali